Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4922
Title: Konsep Qital Dalam Al-Quran (Studi Komparatif Tafsir Al-Quran Al-Azim dan Tafsir Fi Ẓilal Al-Quran)
Authors: Siti Nuraulia, 22212086
Advisor: Rifdah Farnidah
Issue Date: 2026
Publisher: Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta
Abstract: Qit𝑎̅l adalah istilah Al-Qur’an yang secara khusus merujuk pada pertempuran fisik bersenjata. Berbeda dengan jih𝑎̅d yang maknanya lebih luas, setiap ayat qit𝑎̅l dalam Al-Qur’an selalu disertai dengan syarat dan batasan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tersebut melalui perbandingan dua kitab tafsir besar, yaitu Tafs𝑖̅r Al-Qur’an Al-Aẓim Karya Ibnu Kaṡir dan Tafs𝑖̅r F𝑖̅ Ẓ𝑖l𝑎̅l Al- Qur’an karya Sayyid Quṭb. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur ‘Arsidah Nasution (2025), Adi Swandana Erlangga (2025), Imam Barizi (2021), Rezeki Maulida (2021), serta artikel Solihin Adnan dan Sawaluddin Siregar (2023), yang sama-sama mengkaji konsep qita̅l dan perang dalam Al-Qur’an. perbedaanya, dari semua penelitian-penelitia tersebut belum secara khusus membandingkan Tafs𝑖̅r Al-Qur’an Al-Aẓim dan Tafs𝑖̅r F𝑖̅ Ẓ𝑖l𝑎̅l Al- Qur’an sekaligus merelevansikannya dengan peristiwa kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan komparatif (muqarran). Tiga ayat yang dianalisis adalah QS. Al-Baqarah [2]:190, QS.An-Nisa̅ [4]:75, dan QS. Al-Anfa̅l [8]:61. Ibnu Kaṡi̅r menafsirkan ketiga ayat ini dengan metode bi al-Ma’𝑠̇𝑢̅r yang berpijak pada hadis dan riwayat sahabat, sementara Sayyid Quṭb menggunakan pendekatan kontekstual ideologis yang merespons realitas peperangan dan penindasan di era modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Kaṡi̅r dan Sayyid Quṭb sepakat yaitu perang hanya boleh dilakukan di jalan Allah SWT, dilarang membunuh warga sipil, wajib membela kaum tertindas, dan tawaran damai harus diterima. Penafsiran ini terbukti relevan untuk menyikapi konflik Palestina, penindasan Rohingya di Myanmar, dan proses gencatan senjata sejak November 2023. penelitian ini menegaskan bahwa Al-Qur'an sama sekali tidak mengajarkan kekerasan tanpa batas. Perang dalam Islam adalah pilihan terakhir yang diizinkan hanya dalam kondisi tertentu, dengan batasan yang sangat jelas, dan semata-mata demi menegakkan keadilan, bukan untuk menindas.
URI: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4922
Appears in Collections:Skripsi S1 Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
08-22212086.pdf
  Restricted Access
3.45 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
08-22212086_Publik.pdf
  Restricted Access
2.02 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.