Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4807
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorHamdani Anwar-
dc.contributor.advisorMuhammad Ulinnuha-
dc.contributor.authorMohamad Mualim, 321440080-
dc.date.accessioned2026-04-18T08:06:52Z-
dc.date.available2026-04-18T08:06:52Z-
dc.date.issued2025-
dc.identifier.urihttps://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4807-
dc.description.abstractPenelitian ini tentang penafsiran bernuansa antisemitisme dalam tafsir ḥaraki, dan pengaruhnya terhadap terhadap kelompok pergerakan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam kaitan politik maupun non politik. Riset ini penting dilakukan untuk memberikan wawasan lebih luas dalam memahami tafsir agar sesuai dengan panduan Al-Qur’an. Disertasi ini sejalan dengan karya Muhammad Asgar Muzakki (2025) dalam disertasinya tentang “Hadis-hadis bercorak antisemitisme: tinjauan hermeneutika fazlur rahman atas hadis konflik dan prediktif.” pada sisi kajian Antisemitiseme dalam terkait konflik dan prediksi. Berbeda dengan karya Abdullah Al-Thail, dalam bukunya “Yahudi Sang Penghancur Dunia” pada cara mendudukkan Semit atau Yahudi, terlebih di era konflik dan peperangan seperti yang terjadi pada kelompok pejuang Gaza-Palestina, Hizbullah, Houthi, Iran Melawan Israel ataupun kelompok pejuang yang lain dan tentu hal itu penting karena menjadi acuan dalam memupuk berbagai hal dalam situasi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif library riset, dengan pendekatan historiografi dengan teknik analisis Kritik-Komparatif. Adapun sumber penelitian menggunakan sumber primer berupa kitab tafsir Fī Ẓilᾱl Al-Qur’an karya Sayyid Qutb dan Min Wahil Qur’an karya Sayyid Husayn Fadlallah. Serta data sekunder dari berbagai jurnal, artikel dan karya lainnya yang relevan. Data-data tersebut akan dianalisis secara kritis-komparatif menggunakan pendekatan historis. Disertasi ini membuktikan bahwa: Pertama, tafsir yang ditulis oleh tokoh bermadzhab Sunni, Sayyid Qutb (w.1966) cukup tajam dalam mengkritik hal-hal terkait semitisme. Konsep yang digunakan tidak eksplisit namun lebih pada penggunaan bahasa yang implisit terkait Bani Israil dan Yahudi, menggunakan bahasa yang sangat kritikal, ideologis, dan konfrontatif terhadap mereka, dengan menekankan watak permusuhan, pengkhianatan, dan penyimpangan historis kaum Yahudi terhadap risalah Ilahi. Kedua, tafsir yang ditulis oleh tokoh bermadzhab syiah imamiyyah, Husayn Fadlallah (w. 2010) cenderung lebih moderat dalam menjelaskan terkait semitisme dalam Al-Qur’an. Ia menghindari pendekatan yang generalis atau emosional terhadap kaum Yahudi. Ia lebih analitis, kontekstual, dan kritis secara sosial-politik, serta tetap menjaga etika keilmuan dan objektivitas historis dalam membaca ayat-ayat tentang Bani Israil atau Yahudi. Ketiga, pengaruh tafsir Sayyiq Qutb lebih kuat dalam pergerakan yang bergembang dalam kelompok Ikhwanul Muslimin, dibanding pengaruh tafsir Min Wahyi Al-Qur’an terhadap kelompok gerakan Hezbullah di Lebanon.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana IIQ Jakartaen_US
dc.subjectTafsir Ḥarakien_US
dc.subjectAntisemitismeen_US
dc.subjectFi Zilal Al-Qur’an Min Wahyi Al-Qur’anen_US
dc.titleAntisemitisme dalam Tafsir Haraki (Studi Kritik-Komparatif Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an)en_US
dc.typeDisertasien_US
Appears in Collections:Disertasi S3 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
321440080_Mohamad Mualim.pdf
  Restricted Access
321440080_Disertasi2.36 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
321440080_Mohamad Mualim_BAB 1&5.pdf
  Restricted Access
321440080_Disertasi_BAB 1&5884.14 kBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.