Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4844
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorSaid Agil Husin Al-Munawar-
dc.contributor.advisorAhmad Syukron-
dc.contributor.authorMuhammad Harun, 323440135-
dc.date.accessioned2026-10-13T10:04:38Z-
dc.date.available2026-10-13T10:04:38Z-
dc.date.issued2026-
dc.identifier.urihttps://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4844-
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Abū al-Qāsim al-Qusyairī terhadap konsep taṭma'innu al-qulūb dalam Tafsīr Laṭā'if al-Isyārāt, mengonstruksi model pendidikan ketenangan jiwa berdasarkan tafsir isyārī, serta merumuskan implementasinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian ini adalah Tafsīr Laṭā'if al-Isyārāt karya al-Qusyairī, sedangkan sumber sekunder berupa kitab tafsir, literatur tasawuf, pendidikan Islam, dan psikologi spiritual. Analisis data dilakukan melalui metode deskriptif-analitis dan interpretatif dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qusyairī memandang ketenangan jiwa sebagai proses transformasi spiritual yang berlangsung secara bertahap melalui tahapan takhallī (penyucian diri dari sifat tercela), taḥallī (penghiasan diri dengan sifat-sifat terpuji), dan tajallī (manifestasi cahaya Ilahi) hingga mencapai derajat nafs al-muṭma'innah. Proses tersebut dibangun melalui harmonisasi qalb, nafs, dan rūḥ yang diperkuat oleh zikir, tazkiyah al-nafs, mujahadah, ma'rifah, tawakal, riḍā, dan maḥabbah. Penafsiran al-Qusyairī terhadap QS. al-Ra'd [13]:28, QS. al-Fatḥ [48]:4, dan QS. al-Fajr [89]:27–30 menunjukkan bahwa ketenangan jiwa merupakan keadaan spiritual yang ditandai oleh hadirnya sakīnah, kestabilan batin, kedekatan dengan Allah Swt., serta tercapainya maqām rāḍiyah wa marḍiyyah. Temuan utama sekaligus novelty penelitian ini adalah lahirnya Model Konstruksi Pendidikan Ketenangan Jiwa berbasis Tafsīr Isyārī al-Qusyairī yang mengintegrasikan empat komponen utama, yaitu (1) landasan konseptual ketenangan jiwa Qur'ani, (2) tahapan pendidikan ruhani melalui proses takhallī–taḥallī–tajallī, (3) penguatan nilai-nilai spiritual Qur'ani melalui harmonisasi dimensi qalb, nafs, rūḥ, dan (4) pembentukan karakter nafs al-muṭma'innah sebagai tujuan pendidikan Islam. Model konstruksi tersebut kemudian diimplementasikan dalam pendidikan Islam kontemporer melalui proses internalisasi nilai, pembiasaan ibadah dan zikir, pembinaan karakter dan pengendalian diri, pendampingan spiritual, serta penguatan resiliensi psikospiritual sebagai strategi membangun kesehatan mental, karakter Islami, dan kemampuan adaptif peserta didik, khususnya Generasi Z di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis berupa pengembangan teori pendidikan ketenangan jiwa berbasis tafsir isyārī serta kontribusi praktis berupa model implementatif yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran, pembinaan karakter, dan penguatan kesehatan mental di lembaga pendidikan Islam kontemporer.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana IIQ Jakartaen_US
dc.subjectKetenangan Jiwaen_US
dc.subjectTafsir Isyarien_US
dc.subjectKesehatan Mentalen_US
dc.titleKonstruksi Ketenangan Jiwa dalam Tafsir Isyari Al-Qusyairien_US
dc.typeDisertasien_US
Appears in Collections:Disertasi S3 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
323440135_Muhammad Harun.pdf
  Restricted Access
323440135_Disertasi2.69 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
323440135_Muhammad Harun_BAB 1&5.pdf
  Restricted Access
323440135_Disertasi_BAB 1&51.34 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.