Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4846
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorAhmad Thib Raya-
dc.contributor.advisorMuhammad Ulinnuha-
dc.contributor.authorHulailah Istiqlaliyah, 318440046-
dc.date.accessioned2026-10-14T03:25:17Z-
dc.date.available2026-10-14T03:25:17Z-
dc.date.issued2025-
dc.identifier.urihttps://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4846-
dc.description.abstractStandarisasi pendidikan diperlukan untuk mengevaluasi sistem pendidikan, dapat meningkatkan kualitas dan daya saing, serta mampu beradaptasi dengan kemajuan global. Standar dan standardisasi secara tekstual tidak terdapat dalam Al-Qur’an, sehingga diperlukan adanya kontektualisasi pada teks Al-Qur’an yang bisa bermakna standar atau standardisasi. Pemaknaan teks Al-Qur’an yang berkaitan dengan standar atau standardisasi menjadi penting, sebagai legitimasi keagamaan atas hal yang penting bagi kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan maksud dari lafal-lafal al-wazn, al-‘adl, al-qiṣt, dan al-qisṭās sesuai dengan konteks kekinian, yakni kontekstualisasinya dengan konsepsi standar dan standarisasi pendidikan perspektif Tafsīr al-Munīr dan Tafsīr al-Misbah. Disertasi ini lebih menekankan kepada pemaknaan ayat dan mengaitkannya dengan masalah standar dan standardisasi. Studi ini berjenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Berdasarkan sumber datanya, tulisan termasuk dalam studi pustaka. Sumber primer Tafsīr al-Munīr karya Wahbah al-Zuḥaili dan Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sumber data sekundernya mencakup artikel, buku, hasil penelitian yang berhubungan dengan objek penelitian ini. Data-data diambil dari sumber-sumber kepustakaan dari Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, buku-buku, dan jurnal-jurnal yang relevan. Data-data tersebut dianalisis dengan pendekatan mahfūm, ‘urf al-mukhātib, dan teori tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Kontekstualisasi standar dan standarisasi pendidikan perspektif Tafsīr al-Munīr dan Tafsir al-Misbah berlandaskan pada dua fondasi utama, yaitu keseimbangan dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam perspektif kedua tafsir itu menyeimbangkan kemampuan intelektual, spiritual, dan sosial. Ada empat aspek utama dalam SKL perspektif kedua tafsir tersebut, yaitu 1) pengembangan intelektual dan spiritual, termasuk berpikir kritis; 2) integritas moral; 3) memiliki kompetensi dan tanggung jawab sosial.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.publisherProgram Pascasarjana IIQ Jakartaen_US
dc.subjectStandarisasi Pendidikanen_US
dc.subjectTafsir Al-Muniren_US
dc.subjectTafsir Al-Misbahen_US
dc.titleStandarisasi Pendidikan Prespektif Tafsir (Telaah Komparatif-Kontekstual Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Mishbah)en_US
dc.typeDisertasien_US
Appears in Collections:Disertasi S3 Ilmu Al Quran dan Tafsir

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
318440046_Hulailah Istiqlaliyah.pdf
  Restricted Access
318440046_Disertasi3.73 MBAdobe PDFView/Open Request a copy
318440046_Hulailah Istiqlaliyah_BAB 1&5.pdf
  Restricted Access
318440046_Disertasi_BAB 1&52.07 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.