DSpace Repository

Hoax Dalam Perspektif Al-Quran (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah dan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim)

Show simple item record

dc.contributor.advisor Ali Mursyid
dc.contributor.author Latifah, 13210521
dc.date.accessioned 2026-10-23T07:19:52Z
dc.date.available 2026-10-23T07:19:52Z
dc.date.issued 2017
dc.identifier.uri https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4872
dc.description.abstract Pokok pembahasan pada skripsi ini adalah mengenai hoax dalam perspektif Al-Qur`an dalam Tafsir Al-Mishbâh dan Al-Qur`ân Al-„Azhîm. Fenomenalnya kasus hoax yang beredar di dunia maya terutama melalui media sosial, mengakibatkan masyarakat tidak dapat membedakan mana berita fakta atau dusta, dan hal ini sangat mengganggu ketentraman hidup bersosial dan mengusik nasionalisme Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk diteliti agar masyarakat bisa lebih berharti-hati dalam menerima atau menshare suatu informasi atau berita, sehingga rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Apa yang dimaksud dengan hoax dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?; 2) Bagaimana hoax dan upaya mengatasinya menurut Al-Qur`an berdasarkan Tafsir Al-Mishbâẖ dan Tafsir Al-Qur`ân Al-„Azhîm?. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian library research. Penelitian telaah pustaka ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data primer yaitu Tafsir Al-Mishbâẖ karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al Qur`ân Al-„Azhîm karya Ibnu Katsîr. Juga dilengkapi dengan data sekunder berupa buku-buku yang relevan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode maudhû‟i dan muqârin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: yang dimaksud dengan hoax adalah berita bohong. Sesuai dengan analisis peneliti berdasarkan kasus kasus yang beredar di media sosial, macam-macam hoax antara lain: 1) Hoax berdasarkan tuduhan tidak benar dan fitnah, 2) Hoax berdasarkan isu, 3) Hoax berupa cerita atau fiksi, 4) Hoax ditinjau dari segi tujuan sebagai penipuan. Di dalam Al-Qur`an hoax dapat diwakili oleh kata buhtân, ifkun, iftirâ` dan muftarâ, ikhtalaqa, kadzibun, makr, naba`, taqawwala, dan zûr. Cara mencegah hoax berdasarkan Al-Qur‟an: 1) Tabayyun, 2) Memilih dan memilah informasi (tidak berdasarkan dugaan atau perkiraan), 3) Keakuratan informasi, 4) Check dan recheck kebenaran berita kepada orang yang lebih tahu, 5) Jika berita itu benar-benar terjadi atas seorang muslim, harus tetap dirahasiakan, 6) Tidak menshare berita yang belum jelas kebenarannya. en_US
dc.language.iso id en_US
dc.publisher Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta en_US
dc.subject hoax en_US
dc.title Hoax Dalam Perspektif Al-Quran (Studi Komparatif Penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah dan Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Quran Al-Azhim) en_US
dc.type Skripsi en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account

Statistics