Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839| Title: | Nirkekerasan Terhadap Perempuan (Studi Analisis Ayat-Ayat Kesetaraan dan Perlindungan Perspektif Tafsir Maqasidi) |
| Authors: | Iffaty Zamimah, 317440028 |
| Advisor: | Asep Saepudin Jahar Muhammad Ulinnuha |
| Issue Date: | 2025 |
| Publisher: | Program Pascasarjana IIQ Jakarta |
| Abstract: | Kekerasan kepada perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan isu global dengan dampak besar pada korban, keluarga, dan masyarakat. Kekerasan berbasis gender bertentangan dengan falsafah hidup bangsa, setiap warga negara berhak sepenuhnya mendapatkan perlindungan sebagaimana tertera dalam UUD 1945 beserta aturan turunannya. Kekerasan berbasis gender terjadi tanpa memandang usia, kelas, ras, dan suku. Secara global, diperkirakan 30 persen wanita di atas lima belas tahun sudah pernah mendapatkan kekerasan. Penelitian ini termasuk ke dalam kategori kajian kepustakaan (library research) yang mengeksplor penafsiran tiga tafsir yang dikategorikan memiliki pendekatan maqāṣidī tentang ayat-ayat kesetaraan dan perlindungan perempuan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan selanjutnya dianalisis dengan pendekat tafsir maqāṣidī Waṣfī ‘Āsyūr Abū Zayd . Penulis juga membaca hasil penafsiran ulama dengan pendekatan teori sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan : pertama, maqāṣid ’āmmah kesetaraan dalam upaya perlindungan perempuan menekankan kesetaraan laki-laki dan perempuan adalah mutlak. Keduanya memiliki kemuliaan dan memiliki mandat yang sama sebagai hamba dan khalifah serta wajib berinteraksi dengan prinsip kesalingan dan kebaikan. Perlindungan perempuan baik fisik, psikis maupun ekonomi adalah menjadi hak bagi perempuan. Adapun al-maqāṣid al-khāṣṣah dari bentuk-bentuk kekerasan yaitu fisik tergambar pada larangan untuk menyakiti perempuan atas fisiknya, baik berupa pukulan, trafficking hingga pembunuhan. Pada kekerasan psikis menyoroti praktik poligami, qadzaf dan bullying, Perlindungan kekerasan ekonomi menekankan hak yang dapat diperoleh baik dari mahar hingga hak ketika dicerai. Semua kekerasan ini memiliki dampak yang luas sehingga sangat perlu dicegah. Kedua, Reinterpretasi tafsir maqāṣidī memungkinkan penerapan prinsip-prinsip syariah secara relevan dengan kondisi dan tantangan zaman modern. kekerasan dapat dimaknai dari hal yang paling halus, karena kekerasan kadang terjadi tanpa disadari. Semua ayat-ayat yang menjadi kajian menunjukkan perlindungan, hal ini selaras dengan tujuan syariat yang memiliki tujuan menjaga jiwa, agama, akal, nasab dan harta. Semua perlindungan tersebut sangat dinamis dalam bentuknya aplikasinya sesuai dengan illat dan kondisi Sehingga pencegahan maupun penanganannya sangat dapat berkembang. |
| URI: | https://repository.iiq.ac.id//handle/123456789/4839 |
| Appears in Collections: | Disertasi S3 Ilmu Al Quran dan Tafsir |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| 317440028_Iffaty Zamimah.pdf Restricted Access | 317440028_Disertasi | 4.01 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
| 317440028_Iffaty Zamimah_BAB 1&5.pdf Restricted Access | 317440028_Disertasi_BAB 1&5 | 2.02 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in IIQJKT-R are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.