Abstract:
Tesis ini bertujuan untuk untuk menganalisis konsep, dasar, dan tujuan pendidikan agama Islam berbasis ekologi dalam perspektif KH. Hasyim Asy’ari sebagai respons teologis terhadap krisis lingkungan. Fokus penelitian diarahkan pada penggalian nilai-nilai kesalehan ekologis yang termuat dalam karya-karya beliau, khususnya kitab Irsyâd al-Sârî fī Jam‘i Muṣannafāt al-Syaikh Hasyim Asy‘ari, serta praksis keseharian beliau dalam mengelola pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi literatur primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konsep pendidikan ekologi perspektif KH. Hasyim Asy’ari dibangun di atas fondasi ta’dīb (pembentukan adab) yang menempatkan manusia sebagai khalīfah dengan tugas utama memakmurkan bumi (‘imārah al-arḍ). Konsep ini bersifat integratif, memadukan peningkatan kualitas spiritual melalui ibadah dengan kemandirian ekonomi melalui pengelolaan alam (pertanian) yang bertanggung jawab, serta menolak tegas perilaku boros (isrāf) dan merusak (ifsād) . Praktik pendidikan dijalankan melalui keteladanan langsung, seperti kegiatan bertani yang diiringi zikir dan perlakuan hormat terhadap sarana ilmu. 2) Dasar pemikiran pendidikan ini bersumber secara kokoh dari Al-Qur’an (terutama Q.S. Al-Baqarah ayat 30 dan Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10), Hadis Nabi tentang keutamaan menanam pohon sebagai sedekah jariyah, serta fatwa ulama yang memosisikan pertanian sebagai gudang kekayaan dan sendi utama kekuatan pertahanan negara . 3) Tujuan pendidikan ekologi ini adalah mencetak peserta didik yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis untuk menjadikan alam sebagai ladang amal (sedekah) kepada sesama makhluk, sekaligus sarana mewujudkan kemandirian ekonomi umat (istiqlāl) yang diridai Allah Swt. Relevansi penelitian ini menegaskan bahwa visi ekologi KH. Hasyim Asy’ari melampaui sekadar konservasi fisik, melainkan merupakan jihad untuk kedaulatan pangan dan kemandirian bangsa yang diletakkan di atas fondasi spiritualitas yang kokoh.